Belenggu

Sebait kata tak kan mampu meraup segala tangis yang terbuncah dari dalam dada

Menggumpal menjadi satu kesatuan yang mempu menembus gelapnya jiwa

Dari sini, dari sisi ini tak ayal rasa itu bermukim

Ia menerpa, mengikis, memburu, menyedak, membuat perih yang dalam

Harusnya kedalaman itu segera keluar dari jengkal yang tetimbun dangkal

Harusnya telah lama ia menyeruak masuk ke dalam labirin cahaya yang menyala-nyala

Terang sekali nyalanya tapi tak sedikitpun tampak oleh mata

Cukup tali-tali ini menjeratku dalam kerumitan layaknya soal yang abstrak

Biarkan segalanya indah pada waktunya, bukankah ini janji-Nya? bukankah janji-Nya tak pernah salah?

Silakan semua ruang membatasiku

Silakan seluruh semak berduri menahanku

Aku akan terus melangkah, terus dan terus melangkah

Walau harus berputar dalam labirin, meski cedera kaki karena duri-duri

Karena ku tahu janji-Nya pasti!!!

Jogja, 21 Agustus 2010 (saat teringat inginku tak mampu menentang ingin-Nya)

Advertisements

Hanya Dia yang Tahu Siapa Aku

Biarkan lidah ini menahan huruf yang terangkai dalam kata

Biarkan diri ini bercermin pada kaca yang keruh

Biarkan ucap yang terlukis dalam laku ini seperti adanya

Biarkan Dia saja yang tahu siapa aku

Cukup aku yang menyangsikan benar salahnya diriku

Cukup aku yang meredam gemuruh benalu

Cukup aku yang setia dengan diriku

Cukup Dia yang tahu siapa aku

Walau dera meneguk habis semangatku

Walau ronta menahan jasadku melaju

Walau asa menarikku hingga putus

Biarkan Dia saja yang tahu siapa aku

Semburat Kelabu

Warna itu tak lagi seindah warnaku

Mega itu kelam tak nampak indahnya

Pasir itu tak lagi berbisik untukku

Tak tahu untukmu, apa kau merasa

Tak ada kata yang bisa ku bahasakan

Tak ada metode yang mampu meramalkan

Tak ada sendu yang bisa kuterjemahkan

Tak ada cerita yang bisa kutaburkan

Engkau jelas tak mengenalku

Engkau jelas tak perlu tahu aku

Engkau jelas tak perlu kehadiranku

Engkau tak perlu sadar kehadiranku

Biarkan kelabu itu tetap kelabu

Tak perlu diterjemahkan dalam kata

Tak perlu diungkapkan dengan rasa

Tak usah diperlihatkan dengan etika

Ku biarkan dalam diam

Ku biarkan dalam tutur yang bisu

Kubicara dalam hati yang beku

Kutenggelam dalam sepi yang menyeru,,,,dirimu

Sudah cukup kecemasanku

Sudah cukup pengharapanku

Engkau bukan segalanya bagiku

Engkau hanya,,,hanya,,,dirimu

Kuwaru, Ahad 18 Juli 2010

Sudut ruang tamu : Saat hati tahu kemampuan diri

Kidung Rindu

Selepas Terang

Deburan ombak terdengar tak biasa di telinga

Bergetar menembus raga yang lara

Sembilu tak lagi tajam menyayat

Titik air mata tak lagi menderas pipi

Lalu kemana perasaan itu?

Berkecamuk dalam lubuk, hanya didalamnya

Bagaimanakah semua itu dapat dilalui

Dapatkah ombak yang memecah tadi datang lagi

Akan ku hadapi, akan ku pecahkan dengan kepalan tanganku

Aku bisa berpegangan sekarang

Aku mampu tegak berdiam sekarang

Untuk beberapa saat tumbang lagi

Ada yang datang

Ada yang mengusik ego yang tumbuh

Ada yang membuncahkan emosi diri

Ada luapan mimpi

Ingatkan aku bukan aku yang dulu

Ingatkan aku bukan embun suci yang menyejukkan

Ingatkan aku bukan melati wangi yang menawan

Ingatkan aku bukan mentari hangat yang mencerahkan

Kuwaru, 10 Juli 2010

Dari perjalanan pantai yang elok

“Aku ingin ada seseorang yang menyanyikan sebuah lagu romantis untukku, walau hanya dalam hati, sungguh, walau hanya dalam hati, karena aku ingin disayangi.”

Jika memang kau pilihkan aku, tunggu sampai aku datang, nanti ku bawa kau pergi, ke syurga abadi

Kini belumlah saatnya, aku membalas cintamu, nantikanku di batas waktu.

Terdengar konyol atau terlalu melankolis atau terlalu manja memang ketika endengar permintaan seperti cuplikan diatas. Tapi pertanyaannya sekarang adalah salahkan permintaan itu?

Manusia di Balik Lubuk

Erangan nyata yang terdengar tak sedikitpun menyentuh daun telinganya,
Jeritan naas tak kan mampu memaksa kepalanya menengok,
Lenguhan panjang hanya akan terasa bising putaran kipas yang menyala,
Salakan dan lolongan panjang hanya mengantarkan untuk tetap tinggal diperaduan,

Bukan bahasa yang melangit memang,
Tindakan tak nyata yang tercerca pada harap yang tak kan pernah sampai pada muaranya,
Jengah dipandangan yang silau bergelimang intan remuk,

Silakan bungkam mulut mereka,
Silakan bekukan tubuhnya,
Suara itu akan tetap bergema,
Semakin bergema menyelimuti awan-awan negeri yang telah bobrok,

Sungguh, betapapun kalian ingkari
Wahai bapak-bapak, ibu-ibu, kakak-kakak yang duduk nyaman di negeri antah berantah
Kalian membutuhkan mereka,

Sungguh, apa jadinya kalian tanpa mereka?

Pucuk-pucuk tunas harus dipelihara dengan baik agar terus tumbuh,
Anak manusia harus diberi contoh yang kelak bisa ditiru,
Teman dan lawan bukanlah orang lain,

Tontonan ini harus dihentikan!

Gantilah tontonan teater di istana antah berantah itu dengan tindakan yang bijak,
Sudah perih kami menahan nyeri,
Penat tubuh ini terus-terus merongrong kalian,
Pedih mata ini harus menyaksikan komedi tak layak tampil!

Sungguh, teman-temanku,
Kalian adalah mutiara dalam lumpur
Sungguh, jika tak ada satu makhlukpun yang mau menggubris kalian,
Ada Alloh yang berkuasa.
Sungguh, yang kalian lakukan,
Adalah pengorbanan yang kalian persembahkan,
Sungguh, pengorbanan untuk kebenaran,
Adalah kehormatan kalian di mata_Nya.

Senin, 3 Mei 2010
Saat diri tak mampu bersuara lantang.
Untuk teman-teman BEM UGM, i proud of u

L-A-G-I

Kuliah lagi,,,

Kegiatan lagi,,,

Tugas lagi,,,

Pernahkah kamu merasa ada sesuatu yang sering terjadi dalam hidupmu itu mengalami sebuah perulangan? Memang sebuah rutinitas tapi tidak ada bedanya. Orang makan saja tiap hari pasti berbeda, entah dari porsinya, lauknya, sayurnya, rasanya, dll. Orang yang tiap hari pergi ke kampus juga berbeda, epakah itu dari jenis bajunya, warna roknya, jam berapa dia berangkat, dll.

Jadi boleh kan, ketika saya bilang “Rutinitas memang terjadi setiap hari tapi tidak selalu sama.” Baiklah coba saja ingat, hari ini berapa kali anda menyapa orang yang anda temui -bisa orang yang tidak anda kenal-

Setiap orang harus lebih baik setiap harinya walaupun dia melakukan kegiatan yang sama, bekerja atau menuntut ilmu. Tidak terkecuali bagi diri saya sendiri, memang terkadang hal-hal seperti itu tidak pernah kita perhatikan. Apakah kalian merasa betapa indah dan menariknya dunia ini seandainya hal-hal baru yang menyenangkan bisa kita jumpai tiap saat?? -ini bagi orang yang dinamis- dan memang hanya orang yang dinamislah yang bisa berkembang. Untuk yang satu ini saya tidak perlu membuktikannya.

Baiklah kita bersambung dulu pada kesempatan berikutnya…

I love U Mom

Suatu hari  ,,,,,,,,,,,,,,

Ketika seorang bayi siap untuk dilahirkan ke dunia, menjelang diturunkan ke dunia dia bertanya kepada Tuhan, ” Para malaikat disini mengatakan bahwa besok engkau akan mengirimku ke dunia, tetapi bagaimana caraku hidup disana, aku begitu kecil dan lemah” kata si bayi

Tuhan menjawab ” aku telah memilih satu malaikat untukmu, dia akan menjaga dan mengasihimu.” “Tapi apa yang aku lakukan di surga hanyalah menyanyi dan tertawa, ini sudah cukup membuatku bahagia.” Tuhanpun Menjawab, ” Malaikatmu akan bernyanyi dan tersenyum untukmu setiap hari, dan kamu akan merasakan kehangatan cintanya dan menjadi lebih berbahagia”

Si bayipun bertanya kembali, “Dan apa yang dapat aku lakukan ketika aku ingin berbicara denganmu Tuhan?” “Malaikatmu akan mengajarkan bagaimana caramu berdoa” Jawab Tuhan

Si Bayi belum puas, maka ia bertanya lagi,”Aku dengar di bumi banyak orang jahat, lantas siapakah yang akan melindungiku dari orang jahat itu Tuhan?’ “Malaikatmu akan melindungimu, bahkan dengan taruhan nyawa sekalipun” “Tapi saya akan bersedih karena tidak melihat engkau lagi.” “Malaikatmu akan menceritakan kepadamu tentang aku, dan dia juga akan mengajarkan bagaimana agar kau dapat kembali kepadaku, walaupun sesungguhnya aku selalu ada disampingmu.”

Saat itu surga sangat tenang sehingga suara-suara dari bumi dapat terdengar, lalu sang anak berkata,” Tuhan jika memang saya harus pergi sekarang, bisakah engkau memberitahu siapa nama malaikatku nanti?”

”Kau bisa memanggil malaikatmu dengan panggilan..IBU..”

Kenanglah ibu yang menyayangimu,

Untuk ibu yang selalu meneteskan air mata ketika kau pergi…

Untuk ibu yang senantiasa memelukmu dengan hangat…

Ingatkah engkau kawan, ketika ibumu rela tidur tanpa selimut, demi melihatmu tertidur lelap dengan dua selimut membalut tubuhmu..? Ingatkah engkau kawan, ketika kau tidur dipangkuannya dan ibu mengusap lembut rambutmu?

Ingatkah engkau kawan ketika air mata ibu menetes saat melihatmu terbaring sakit?

Pernahkan kau terbangaun di tengah malam dan mendengar isak tangis ibu ketika mendoakanmu?

Kadang kita lupa kalu ibu kita sudah mulai menua…

Tidakkah kau pernah melihat jari-jemarinya yang mulai keriput…

Tidakkah kau merasa bahwa ibu seringkali terbatuk…

Tidakkah kau juga melihat wajahnya yang nampak sangat lelah ketika ibu tertidur…

Sesekali jenguklah ibumu yang selalu menantikanmu di rumah…

Kembalilah dan mohonlah maaf pada ibu yang selalu merindukan senyumanmu…

Simpanlah sejenak kesibukan-kesibukan duniawi yang selalu membuatmu lupa untuk pulang…

Segeralah jenguk ibumu yang selalu menantimu didepan pintu, bahkan sampai malampun kian larut…

Jangan biarkan engkau kehilangan saat-saat yang akan kau rindukan di masa yang akan datang, yaitu masa-masa saat ibu telah tiada…

Ketika ibu telah tiada… Tak ada lagi yang berdiri di depan pintu menyambut kita…

Tak ada lagi senyuman indah tanda bahagia…

Tak ada lagi pelukan yang menghangatkan jiwa kita…

Tak ada lagi ciuman disetiap pagi yang membangunkan kita dari tidur… Tak ada lagi yang menyiapkan sarapan pagi untuk kita…

Tak ada lagi yang membuatkan minuman hangat ketika kita harus lembur mengerjakan tugas…

Tak ada lagi orang yang rela merawatmu sampai larut malam ketika kau sakit…

Tak ada lagi dan tak akan ada lagi yang meneteskan air mata mendoakanmu disetiap hembusan nafasnya… Yang ada hanyalah kamar kosong yang tidak ada penghuninya… Yang ada hanyalah baju-baju yang tergantung di lemarinya… Yang ada hanyalah foto ceria beliau yang selalu ada di kamar kita…

Kembalilah segera…peluklah ibumu yang selalu menyayangimu.. Ciumlah kaki ibu yang selalu merindukanmu, dan berikanlah segala yang terbaik untuk ibu sampai akhir hayatnya… Kawan berdoalah untuk kesehatannya dan rasakanlah pelukannya yang hangat penuh cinta dan kasih sayang… Jangan sampai engkau menyesal di masa yang akan datang…

Pulang dan kembalilah kepada ibumu yang selalu menyayangimu… Bahagiakanlah Ibumu selagi kau masih diberi waktu…

Kawan Jika saat ini ibumu telah tiada…janganlah merasa terlambat, janganlah merasa tak berguna, berikanlah yang terbaik untuk ibumu, Doakanlah beliau selalu… Janganlah merasa bahwa Tuhan Tidak Adil karena telah mengambil ibu dari sisimu… Sebab ibumu tidak akan pernah benar-benar pergi meninggalkanmu… Selama ibu masih ada di Hatimu… Selama kau masih mengenang senyumanya… Selama kau masih bisa mengingat air mata yang mengalir dari mata beliau… Selama kau masih Mendoakannya… Ibumu adalah Satu denganmu… Ibu akan selalu denganmu… Disetiap hembusan nafasmu…Disetiap Aliran darahmu…