Me Vs Balita

Melawan Anak Kecil

Adakah yang memiliki tetangga seorang balita? Kemudian adakah yang bertetangga dengan balita yang banyak orang melabeli mereka dengan sebutan “anak nakal”. Bagi kita mungkin itu masalah sepele, bukan apa-apa. Tetapi bagaimana jika si anak ini sering bergaul dengan anak kita yang juga masih balita dan sedihnya ananda yang terkadang menjadi korban kenakalannya.

Tentu akan berbeda bukan tanggapan kita:D

Pada awalnya kita akan berusaha menegur dengan baik-baik untuk mengingatkan bahwa yang dilakukannya adalah salah. “Jangan begitu ya nak, mendorong sampai jatuh itu tidak boleh! Nanti temennya sakit.” Bagian ini pun selesai dengan akhir yang bahagia. Si anak bermain kembali dengan ceria bersama ananda kita tersayang.

Kali kedua, kembali terjadi, ananda tersayang menangis keras jatuh tersungkur karena didorong oleh si anak tetangga. Geram, pastinya. Masih dengan menahan marah dan sedih kitapun berusaha menegurnya. Kali ini dengan nada yang lebih tegas.”Jangan dorong-dorong, tidak boleh! Nanti Allah gak sayang lho sama kamu!”. Bagian ini pun selesai dengan si anak tetangga pulang dan anak kita masih menangis.

Kembali terjadi kali ke tiga kemudian kita berinisiatif untuk melaporkan kelakuan si anak kepada orang tuanya agar sifat “nakal” si anak diperbaiki oleh orang tuanya. Hari berganti dan kita berharap bahwa si anak telah berubah, namun tidak. Kejadian serupa terulang lagi. Dan seterusnya menjadikan masalah ini bukan hanya masalah anak kecil yang masih balita tetapi melibatkan orang tua kedua belah pihak.

Sampai suatu ketika kita merasa sangat sedih karena melihat anak kita yang sering menjadi korban kenakalan si anak tetangga sekaligus marah karena merasa tidak bisa berbuat apa-apa. Lalu muncul pikiran jahat yang entah karena bisikan syetan dari mana pikiran itu hadir.” Coba saja besok kudorong juga itu anak, biar dia juga merasakan bagaimana rasanya jatuh tersungkur. Biar orang tuanya juga paham bagaimana rasanya kalau anak yang disayangi sakit menangis”

Apakah sudah sampai hati kita melakukannnya? Hey moms, stop! Don’t do that! Percayalah, itu tidak akan membuat semuanya berakhir dengan baik. Dan itu juga termasuk kejahatan terencana lho. Hiiii serem kan?

Lalu apa yang seharusnya kita lakukan nih? Kembalikan ke hati nurani kita masing-masing. Siapa sih yang tidak ingin anaknya menjadi anak sholih dari kecil? Saya yakin semua menginginkan anak yang baik dan sholih dari sejak kecil sampai dewasa, tua, selama-lamanya dalam kebaikan. Seandainya si orang tua yang anaknya di cap “nakal” ini ditanya, mungkin dia hanya bisa menjawab sambil menahan emosi.”So sorry, anak aku gak lebih sholih dari anak-anak kalian semua. Saya sebagai ibu juga sudah berusaha dan berdoa supaya anak saya bisa sebaik dan sesholih anak-anak kalian semua”. Sampai disini moms semua sudah mulai memahami kan rasanya?

Ternyata menjadi orang tua yang anaknya “nakal” jauh lebih sulit, sedih dan susah bukan. Jadi yuk? Daripada manyun dan marah tidak pada tempatnya, lebih baik kita bantu saja si orang tua ini tadi untuk mendidik anaknya menjadi baik.

Moms, kita diberikan oleh Allah pilihan selama kita hidup di dunia ini dan bukankah kita telah memilih untuk menjadi orang baik. Setiap orang sudah memiliki jalan hidupnya masing-masing tetapi harus di jalan kebaikan inilah kita berjalan karena hanya jalan inilah yang akan menyelamatkan kita dari marahnya Allah.

Nah, masih ingin berduel dengan anak kecil:D

Banyak cara yang bisa kita lakukan untuk membantu si orang tua tadi untuk mendidik anaknya, selain dengan cara kekerasan lho pastinya. Contohnya kita ajak kerja sama orang tuanya untuk memberikan reward dan punishment kpd si anak. Hadiah ketika bermain dengan baik dan hukuman yang sudah disepakati bersama ketika dia nakal kepada temannya.

Terakhir saran saya, ketika bertemu anak semacam ini, sebaiknya ketika bermain harus dengan pengawasan orang tua. Bagaimana pun dia masih anak balita yang belum mampu membedakan mana yang bai dan mana yang buruk:D

I found U

tahun berlalu.. dan aku menemukanmu

kemarin, aku marah, aku tidak terima semuanya

tapi akhirnya aku lelah melawan kehendakNya, aku berusaha menerima

sepatutnya seorang hamba memang harus patuh dan taat pada Penciptanya

kita tidak pernah tahu hal gaib apa yang menanti kita esok hari

begitu juga jodoh, walau dipenjara dengan terali besi, di sumpah dengan sumpah mati, dipaksa sampai mau bunuh diri, kalau Allah tidak menuliskan sebagai pasangan, tak akan bisa bersama

tidak bisa, tidak boleh berandai-andai..seandainya dulu begini, seandainya dulu begitu..

Allah melarang kita berandai-andai, mungkin salah satu hikmahnya supaya kita terus mampu berjalan kedepan,

supaya kita memiliki kekuatan untuk bertahan

dan supaya kita punya harapan, harapan yang akan membawa kita terus melangkah

aku pun masih punya harapan bertemu dengan mu dalam keadaan dan kesempatan yang jauh lebih baik

dan sekarang..

hal TerbAik yang bisa kita LakUkan adalah menjalani apa yang menjadi BaGian hidup kita dengan SeTia

~berharap kau dan aku menemukan jalan kebahagian~

#melepas malam dengan harapan#sept2014#

Cinta itu Dia

indahnya cinta adalah karena memberi dan memafkan.
cinta tidak memiliki kemampuan untuk menyakiti, yang salah hanyalah cara mencintai.
cinta hanya hadir karena Dirinya, sungguh hadirnya cinta hanyalah karena Dia hadir dalam sebuah hati.
yakinlah, dengan cinta semua akan baik-baik saja.
karena cinta adalah Dirinya, Dirinya yang menguasai segala.

Kurasakan Ada Dirimu

Kata ini seakan menuju ke titik limit

Gemuruh rasa tak bisa tersampaikan

Hanya ingin berdiam diri dan menitik air mata

Jangan pernah kau tanya kenapa

Karena aku sedang mengadu kepada Tuhan ku

 

Tak harus kau !

Kubilang tak harus kau !

Tapi kenapa ada namamu, dan itu benar dirimu

Bukankah tidak harus kau ?

 

Apa yang bisa kuberikan sebagai jaminan dari hatiku

Tak ada, benar-benar tak ada

Aku tak punya

Jangan kau minta, kumohon !

 

Rasa itu entah, tak terbaca jelas olehku

Biarlah karena aku ingin melupakannya sejenak

Beranjak  menuju hal pasti yang harus kulalui saat ini

Dan itu bukan dirimu

 

Ijinkan aku sedikit angkuh padamu

Kenalkan aku akan dinginnya dirimu

Pastikan aku hanya tahu sedikit tentangmu

Biarkan rahasia yang tersisa untukku

 

rabu, 16 feb 2011

saat kata tak mampu terucap untuknya

karena tak satupun kata yang kurasa pantas untuk ku sampaikan padanya

Kasih Sayangnya Infinite

Odei Anak Nokeilah Ko Idaah
Nasusah Mati Yama No Megentian Dika
Odei Anak Nokeilah Ko Idaah
Nasusah Tomod Yamamu MinagAnak Dika

Wahai Anak Apakah Kau Mengerti
Betapa Deritanya
Ibu Yang Mengandung
Aduhai Anak Apakah Engkau Tahu
Alangkah Deritanya Ibu Melahirkanmu

Namun Kelahiranmu Adalah Penghibur Hati
Dibelai dan Dimanja Setiap Hari
Di Malam Hari Tidur Tak Berwaktu
Tapi Tak Mengapa Kerana Kau Disayangi

Hari-hari Sudah Pun Berlalu
Usiamu Makin Bertambah
Seorang Ibu Sudah Semakin Tua
Namun Terus Berkorban Untuk Sesuap Rezeki
Agar Sempurna Hari Depanmu

Kini Kau Dewasa
Ibumu Telah Pergi
Waktu Yang Berlalu Seakan Memanggil
Sudahkah Kau Curahkan Kasih Sayangmu
Apakah Terbalas Segala Jasanya
Syurga itu Di Bawah Tapak Kakinya

Hanyalah AnakAnak Yang Soleh
Bisa Memberikan Kasih Sayangnya
Hanyalah AnakAnak Yang Soleh
Bisa Mendoakan Hari Akhiratmu

Odei Anak by Raihan

Likuan Hati

Selalu ada rindu yang bersemayam dalam jiwa

Galau datang tak redakan gulananya

Ada senyum yang menghias dalam kepalsuan

Bisu dalam hanyut kelabu yang tersamar

Sampai kapan rasa ini akan bermukim dalam diri?

Menggerus kalbu yang telah  remuk menjadi serpih tak mengenal rasa

Keangkuhan diri yang diagungkan dengan segenap cita

Kini memaksa dirinya untuk menunjukkan kata yang terbungkam

Dalam perih ini, dalam serpih kegalauan yang tersisa ini

Aku ingin tetap berdiri dengan kakiku sendiri

Aku ingin dia tahu bahwa aku mampu

Aku akan tetap berdiri tegak seperti yang dulu-dulu

Lebih dari sekedar karang yang bergeming dihantam ombak ribuan kali

Lebih dari batu cadas yang deras diterpa air terjun tiap harinya

Sungguh aku akan jauh lebih kuat dari itu semua

Sungguh aku akan tetap mampu berdiri dengan tenagaku sendiri

Hanya harus melupakan rasa itu

Hanya harus sebentar saja mengesampingkan perasaan itu

Tak perlu dipikirkan terlalu

tak perlu dipusingkan sedikit

Kenapa aku harus takut?

Hanya sebentar saja

Hanya sedikit saja

Hanya seperti itu saja

aku pasti bisa!