Alhamdulillah…..

Subhanallah, bukankah hari ini begitu indah kawan?

Orang-orang banyak yang tersenyum, bahkan ada yang tertawa sampai keluar air matanya…

Tapi tahukah engkau kawan, disana…diperempatan lampu merah, di bawah-bawah jembatan, di gubuk-gubuk pengungsian, banyak sekali orang-orang yang juga tersenyum dan tertawa….berbeda, berbeda sekali ketika engkau tertawa karena bahagia bisa membeli barang yang engkau suka, mereka justru tertawa karena menertawakan mimpi-mimpi semu untuk bisa beli barang yang mereka inginkan.

Saat engkau tersenyum, mungkin karena hari ini segalanya terasa lancar-lancar saja untuk engkau dan tahukah engkau kalau mereka juga tersenyum lebih karena hari ini bisa makan, walaupun cuma satu kali saja sebagai pengganjal perut supaya besok bisa kembali berjuang mencari sesuap nasi.

Benar sekali jika hari ini kita, engkau dan aku bersyukur karena rahmat Allah kepada kita, dan alangkah lebih baik jika kita juga bersyukur kepada Allah pada setiap hembusan nafas kita, setiap kali jantung ini berdetak dan setiap kita masih mampu menghirup udara atas kuasa-Nya.

Sungguh, betapa Allah mencintai engkau. Dan aku ini hanyalah seorang yang berusa untuk bisa mendapatkan dicintai-Nya, cinta yang tak kan pernah salah.