I found U

tahun berlalu.. dan aku menemukanmu

kemarin, aku marah, aku tidak terima semuanya

tapi akhirnya aku lelah melawan kehendakNya, aku berusaha menerima

sepatutnya seorang hamba memang harus patuh dan taat pada Penciptanya

kita tidak pernah tahu hal gaib apa yang menanti kita esok hari

begitu juga jodoh, walau dipenjara dengan terali besi, di sumpah dengan sumpah mati, dipaksa sampai mau bunuh diri, kalau Allah tidak menuliskan sebagai pasangan, tak akan bisa bersama

tidak bisa, tidak boleh berandai-andai..seandainya dulu begini, seandainya dulu begitu..

Allah melarang kita berandai-andai, mungkin salah satu hikmahnya supaya kita terus mampu berjalan kedepan,

supaya kita memiliki kekuatan untuk bertahan

dan supaya kita punya harapan, harapan yang akan membawa kita terus melangkah

aku pun masih punya harapan bertemu dengan mu dalam keadaan dan kesempatan yang jauh lebih baik

dan sekarang..

hal TerbAik yang bisa kita LakUkan adalah menjalani apa yang menjadi BaGian hidup kita dengan SeTia

~berharap kau dan aku menemukan jalan kebahagian~

#melepas malam dengan harapan#sept2014#

pesan ini untukmu, untuk dirimu

aku tak lagi bisa mengucap namamu, kini

ijinkan aku menulis pesan yang mungkin tak kan pernah sampai padamu..

aku dan diriku, aku yang kini mungkin bukan aku yang dulu

sekarang aku berkeluarga, berumah tangga dengan orang yang kupilih sendiri

aku seorang ibu sekarang, putraku sudah 2 tahun, laki-laki sholih cerdas dan sehat alhamdulillah

tapi aku masih menyimpan mu, dirimu, jauh dalam lubuk hatiku

kadang aku marah, tapi entah pada siapa..

mungkin pada diriku sendiri yang tak tegas menentukan pilihan, tak bisa cerdas menguasai situasi, atau apa entahlah..

mungkin pada orang tuaku, kau tahu aku sering menyimpan rasa marah dan juga cinta pada orangtuaku

aku marah karena karena mereka, aku tidak bisa memilih hal yang ku suka, menggapai mimipi-ku dari kecil..salah satunya, karena merekalah aku tak bisa bersamamu…(mungkin ini pelampiasan rasa jahat dalam diriku karena tak bisa, atau tak mampu)

tapi aku begitu mencintai mereka, karena terlalu mencintai mereka jugalah aku tak bisa ikut bersamamu..(kenapa aku jadi menyalahkan orangtua ku..)

yang pasti aku mencintai mereka seperti kau mencintai orangtuamu juga

tolong jangan membenci aku, atau keluargaku..karena semua nya murni kesalahanku

aku ingin..entah bagaimana caranya..aku ingin tahu..dirimu baik-baik saja

tak pernah satu bulanpun terlewat tanpa memikirkan kau sedang apa, mungkin bekerja, mungkin sekolah

entahlah..

apa aku bahagia?

ini juga pertanyaaan ang sering ku tanyakan pada diriku sendiri

apa aku tidak bahagia?

aku sering tertawa, anakku lucu dan menggemaskan..aku sangat mencintainya

aku bertaruh nyawa melahirkannya, oprasi cesar kutempuh untuk menyelamatkannya

aku takut sekali masuk ruang oprasi, takut sekali, aku tak mampu berucap apa-apa

tubuhku dingin dan kaku, gemetar gigi-gigiku..aku takut tidak bisa berjumpa dengan anak yang akan kulahirkan

apakah takdir Allah akan mempertemukan kita pada kesempatan yang lebih baik, dengan tempat yang jauh lebih baik juga? kuharap ya.

setidaknya dengan menulis ini, aku punya harapan baru, aku punya semangat baru untuk sisi hatiku yang lain

salam hangatku untuk keluargamu, mohon maafkanlah aku

kemarin mungkin kau menjalani semuanya sangat sulit, snagta sakit..tapi kau tidak akan pernah tahu aku juga sulit menjalani, tapi kita harus bertahan pada takdir kita masing-masing

menjalani..

itu saja

 

ahad, menjelang malam takbir lebran 1435 H

*ketika hati berkelana mencari jawaban

Cinta itu Dia

indahnya cinta adalah karena memberi dan memafkan.
cinta tidak memiliki kemampuan untuk menyakiti, yang salah hanyalah cara mencintai.
cinta hanya hadir karena Dirinya, sungguh hadirnya cinta hanyalah karena Dia hadir dalam sebuah hati.
yakinlah, dengan cinta semua akan baik-baik saja.
karena cinta adalah Dirinya, Dirinya yang menguasai segala.

Kurasakan Ada Dirimu

Kata ini seakan menuju ke titik limit

Gemuruh rasa tak bisa tersampaikan

Hanya ingin berdiam diri dan menitik air mata

Jangan pernah kau tanya kenapa

Karena aku sedang mengadu kepada Tuhan ku

 

Tak harus kau !

Kubilang tak harus kau !

Tapi kenapa ada namamu, dan itu benar dirimu

Bukankah tidak harus kau ?

 

Apa yang bisa kuberikan sebagai jaminan dari hatiku

Tak ada, benar-benar tak ada

Aku tak punya

Jangan kau minta, kumohon !

 

Rasa itu entah, tak terbaca jelas olehku

Biarlah karena aku ingin melupakannya sejenak

Beranjak  menuju hal pasti yang harus kulalui saat ini

Dan itu bukan dirimu

 

Ijinkan aku sedikit angkuh padamu

Kenalkan aku akan dinginnya dirimu

Pastikan aku hanya tahu sedikit tentangmu

Biarkan rahasia yang tersisa untukku

 

rabu, 16 feb 2011

saat kata tak mampu terucap untuknya

karena tak satupun kata yang kurasa pantas untuk ku sampaikan padanya

Kasih Sayangnya Infinite

Odei Anak Nokeilah Ko Idaah
Nasusah Mati Yama No Megentian Dika
Odei Anak Nokeilah Ko Idaah
Nasusah Tomod Yamamu MinagAnak Dika

Wahai Anak Apakah Kau Mengerti
Betapa Deritanya
Ibu Yang Mengandung
Aduhai Anak Apakah Engkau Tahu
Alangkah Deritanya Ibu Melahirkanmu

Namun Kelahiranmu Adalah Penghibur Hati
Dibelai dan Dimanja Setiap Hari
Di Malam Hari Tidur Tak Berwaktu
Tapi Tak Mengapa Kerana Kau Disayangi

Hari-hari Sudah Pun Berlalu
Usiamu Makin Bertambah
Seorang Ibu Sudah Semakin Tua
Namun Terus Berkorban Untuk Sesuap Rezeki
Agar Sempurna Hari Depanmu

Kini Kau Dewasa
Ibumu Telah Pergi
Waktu Yang Berlalu Seakan Memanggil
Sudahkah Kau Curahkan Kasih Sayangmu
Apakah Terbalas Segala Jasanya
Syurga itu Di Bawah Tapak Kakinya

Hanyalah AnakAnak Yang Soleh
Bisa Memberikan Kasih Sayangnya
Hanyalah AnakAnak Yang Soleh
Bisa Mendoakan Hari Akhiratmu

Odei Anak by Raihan

Likuan Hati

Selalu ada rindu yang bersemayam dalam jiwa

Galau datang tak redakan gulananya

Ada senyum yang menghias dalam kepalsuan

Bisu dalam hanyut kelabu yang tersamar

Sampai kapan rasa ini akan bermukim dalam diri?

Menggerus kalbu yang telah  remuk menjadi serpih tak mengenal rasa

Keangkuhan diri yang diagungkan dengan segenap cita

Kini memaksa dirinya untuk menunjukkan kata yang terbungkam

Dalam perih ini, dalam serpih kegalauan yang tersisa ini

Aku ingin tetap berdiri dengan kakiku sendiri

Aku ingin dia tahu bahwa aku mampu

Aku akan tetap berdiri tegak seperti yang dulu-dulu

Lebih dari sekedar karang yang bergeming dihantam ombak ribuan kali

Lebih dari batu cadas yang deras diterpa air terjun tiap harinya

Sungguh aku akan jauh lebih kuat dari itu semua

Sungguh aku akan tetap mampu berdiri dengan tenagaku sendiri

Hanya harus melupakan rasa itu

Hanya harus sebentar saja mengesampingkan perasaan itu

Tak perlu dipikirkan terlalu

tak perlu dipusingkan sedikit

Kenapa aku harus takut?

Hanya sebentar saja

Hanya sedikit saja

Hanya seperti itu saja

aku pasti bisa!