Selalu ada rindu yang bersemayam dalam jiwa
Galau datang tak redakan gulananya
Ada senyum yang menghias dalam kepalsuan
Bisu dalam hanyut kelabu yang tersamar
Sampai kapan rasa ini akan bermukim dalam diri?
Menggerus kalbu yang telah remuk menjadi serpih tak mengenal rasa
Keangkuhan diri yang diagungkan dengan segenap cita
Kini memaksa dirinya untuk menunjukkan kata yang terbungkam
Dalam perih ini, dalam serpih kegalauan yang tersisa ini
Aku ingin tetap berdiri dengan kakiku sendiri
Aku ingin dia tahu bahwa aku mampu
Aku akan tetap berdiri tegak seperti yang dulu-dulu
Lebih dari sekedar karang yang bergeming dihantam ombak ribuan kali
Lebih dari batu cadas yang deras diterpa air terjun tiap harinya
Sungguh aku akan jauh lebih kuat dari itu semua
Sungguh aku akan tetap mampu berdiri dengan tenagaku sendiri
Hanya harus melupakan rasa itu
Hanya harus sebentar saja mengesampingkan perasaan itu
Tak perlu dipikirkan terlalu
tak perlu dipusingkan sedikit
Kenapa aku harus takut?
Hanya sebentar saja
Hanya sedikit saja
Hanya seperti itu saja
aku pasti bisa!
mir, ajarin bikin puwisi..
what for e?
Aq ga bisa buat puisi beginian Mir. Semoga bermanfaat di kemudian hari
wew, yang terakhir itu jargonku. BIRAMA BISA!